History Maker – Vol.01

Sociopreneur Indonesia (SociopreneurID) designed Empathy Project (EP) to accelerate the development of Responsible Ecosystem (RE) by inviting all entities representing the Academics, Business, Government, and Society (ABGS) to collaborate and producing solutions to various challenges around them, particularly in Indonesia. EP started from a humble beginning as a university club focusing on teaching creativity to children through several standalone programs in 2013. Throughout working with many stakeholders and our effort in addressing increasingly complex issues, our mission has evolved into Developing Responsible Ecosystem. It was in 2018 that our club was registered as a social enterprise, namely Sociopreneur Indonesia.

On October 2018, we initiated our first Empathy Project at Sembulang Village, Batam, involving 200 children and youths, 100 local people from the communities, 30 volunteers, 50 educators, 3 local SMEs and 30 scholarship recipients from all around Indonesia. Empathy Project becomes a model of achieving Responsible Ecosystem through collaboration and has thereafter been conducted 3 times a year at different areas in Indonesia.

Our first edition of History Maker examines Empathy Project, particularly Empathy Project 2019, from a scientific point-of-view. Specifically, our examination includes theoretical, process-wise, output, and 4 specific studies.

Sociopreneur Indonesia (SociopreneurID) merancang Empathy Project (EP) untuk mengakselerasi terciptanya Responsible Ecosystem (RE) dengan mengajak seluruh entitas akademisi, bisnis, pemerintah dan masyarakat atau dikenal dengan ABGS (Academia, Business, Government, and Society) berkolaborasi menjadi bagian solusi berbagai tantangan yang ada di sekitar, khususnya Indonesia. EP dimulai dengan berbagai program mandiri pada tahun 2013 yang sejalan dengan perkembangan dan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi menjadikan SociopreneurID merancang model pendekatan baru dengan mengintegrasikan program-program mandiri pada tahun 2018.

Pada bulan Oktober 2018 bertempat di desa Sembulang, Batam, diselenggarakan program integrasi EP pertama kali dan melibatkan 200 anak-anak dan remaja, 100 masyarakat lokal, 30 relawan, 50 pendidik, tiga usaha mikro dan 30 penerima beasiswa yang datang dari berbagai tempat di Indonesia. Model EP ini menjadi awal dari pendekatan baru percepatan terciptanya RE di Indonesia yang secara reguler diselenggarakan setidaknya 3 (tiga) kali setahun di berbagai tempat di Indonesia.

Majalah History Maker (HM) edisi perdana ini disusun dengan mengangkat analisis dari EP 2019 yang dimulai dari pendekatan teoretis, proses, luaran dan 4 studi spesifik.